SUNAT / KHITAN USIA BAYI
TEMPAT SUNAT DI SEMARANG
081-565-29661

Rumah sunat Semarang
Khitan / Sunat anak laki-laki ketika masih berusia Bayi masih dianggap sebagai suatu hal yang tidak wajar oleh sebagian masyarakat, tentu saja akan banyak pertanyaan ataupun cibiran ketika seseorang hendak menyunatkan bayinya., apakah aman bayi disunat? Kok tega sih anak masih berusia bayi disunat? Kasihan masih bayi sudah disunat, belum lagi ditambah berbagai anggapan masyarakat awam bahwa jika anak disunat saat usia bayi akan menghambat / mengganggu pertumbuhan si bayi, ada juga yang berpendapat bahwa jika anak laki- laki disunat saat usia bayi maka nanti ukuran “burungnya” (baca Penisnya) tidak bisa besar ataupun panjang, dan masih banyak lagi anggapan – anggapan lainnya di mata masyarakat umum. Namun di beberapa daerah tertentu seperti di Daerah Semarang Sunat anak laki – laki saat usia bayi sudah lazim dilakukan.
Hal demikian amatlah wajar, karena Kultur Budaya usia sunat tiap daerah tidaklah sama, di Jawa Tengah anak laki – laki disunat pada usia rata – rata usia 9 – 12 tahun, di daerah Jawa Barat rata – rata pada usia Pra sekolah dibawah 5 tahun, sementara di Daerah tlogosari anak laki – laki disunat pada kisaran usia 4 tahun hingga 10 tahun. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang tidak mengharuskan untuk di lakukan tindakan sunat. Keanekaragaman budaya tanah air, walaupun lama kelamaan akan tergerus seiring dengan waktu dan makin meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya Sunat / khitan. Sunat adalah sebuah keharusan bagi seorang anak laki – laki.
Pada hakekatnya sunat adalah memotong bagian ujung dari kulit kulup atau preputium yang berguna untuk membersihkan penis dari berbagai kotoran, kuman dan bakteri yang menempel dibalik kulit kulup penis, sehingga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.
Dalam Syari’at Islam dikatakan bahwa Khitan (Sunat) adalah salah satu Sunnah Fitrah yang Muakaddah (Sangat Dianjurkan). Sebagian Ulama berpendapat hukumnya adalah Wajib. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas dan sekelompok ulama : Sunat (Khitan) hukumnya wajib bagi laki – laki.
Berdasarkan Sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam yang artinya :
“Sunnah fitrah yang lima adalah khitan (sunat), istihdad (mencukur rambut kemaluan), memotong kuku, mencukur kumir, dan mencabut rambut ketiak” (HR. Bukhari 5889, Muslim 257).
Tujuan khitan (sunat) secara syariah selain mengikuti sunnah Rasulullah dan Nabi Ibrahim, juga karena menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. Karena, tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badannya. Dengan khitan, maka najis kencing yang melihat disekitar kulfa (kulub) akan jauh lebih mudah dihilangkan bersamaan dengan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.
Khitan(Sunat) ini merupakan Sunnah Fitrah yang paling ditekankan Disarankan untuk dilakukan segera sebelum anak berusia Baligh, Dan Lebih Utama lagi jika dilakukan saat anak masih menyusui (usia Bayi) atau saat hari ke 7 kelahiran maupun setelahnya, sedini mungkin.
Maka tidaklah heran adat istiadat daerah Timur Tengah atau Tanah Arab, anak laki – laki biasanya disunat masih Bayi kisaran usia 7 hari.
Kemudian jika kita lihat dari sisi Medis, terdapat banyak sekali manfaat Sunat anak laki laki pada usia Bayi, diantaranya adalah :
- Luka lebih Cepat S
Luka pada anak semakin kecil akan semakin cepat sembuh, semakin besar dan bertambahnya usia akan semakin lama pula sembuhnya. Hal ini dikarenakan kulit pada anak yang masih bayi amatlah tipis, sehingga proses penyatuan kulit tidak memerlukan waktu yang lama. Selain itu nutrisi yang diberikan lewat ASI adalah sebuah antibiotik yang paling alami dan paling bagus. Area perlukaan dari khitan juga diameternya pasti lebih kecil.
- Tidak terpengaruh psikologis pada anak.
Ketika usia masih bayi tentulah sebuah psikis ketakutan belum ada.
Ketakutan akan sunat kebanyakan di hembuskan oleh teman temannya yang melebih lebihkan sesuatu, hal ini wajar sifat anak yang ingin dianggap jagoan dan tahan sakit, sehingga selalu bilang kalau sunat sakit sekali.. itu yang menimbulkan suatu trauma ketakutan anak sebelum sunat. Belum lagi kalau gagal sunat bisa menimbulkan trauma yang dalam dan tidak akan sunat sampai dewasa. Itulah salah satu dampak psikologis negatif yang bisa berakibat fatal.
- Tidak perlu repot membujuk anak untuk melakukan sunat.
Seperti pembahasan diatas, bahwa hembusan dan bisikan teman bisa menimbulkan ketakutan yg luar biasa sehingga perlu meyakinkan si anak bahwa sunat tidak sesakit yang di ceritakn temannya. Ketika masih bayi tidak ada rekam memori yang membuat anak takut akan sunat. Banyak pengalaman ketika hendak sunat anak yang sudah besar kadang nangis dan takut.akhirnya susah untuk membujuknya.
- Terhindar dari penyulit khitan ( penis tenggelam pada anak gemuk, fimosis anak )
Salah satu faktor penyulit khitan adalah anak gemuk, pada anak gemuk biasanya penisnya tenggelam di bagian perut bawah. Dan ini menjadi masalah besar ketika tidak ditangani oleh dokter sunat yang professional di bidang sunat gemuk. Dan anak badan gemuk ketika melewati usia diatas 1 tahun. Kalau masih bayi relatif standard gemuk nya. Pada kasus fimosis atau perlengketan, pada usia masih bayi lebih mudah penanganan dan lebih cepat penyembuhannya.
- Mencegah penyakit infeksi saluran kencing ( ISK )
Fimosis adalah suatu keadaan dimana saluran kencingnya terhambat yang didsebabkan karna lobang nya terlalu sempit. Hal ini menyebabkan terkumpulnya atau menumpuknya kotoran smegma pada ujung kulit kulup. Jika hal ini dibiarkan akan berlanjut menjadi radang yang disebut balantis. Karna infeksi anak akan mudah demam panas. Hal ini menjadikan ketahanan tubuh menurun karna sering nya badan panas. Dikhawatirkan penyakit lain akan mudah masuk.
Ketika usia masih bayi kemungkinan terkena penyakin infeksi saluran kemih lebih kecil dibandingkan yang sudah mulai tumbuh kembang, dengan sunat yang sedini mungkin akan terhindar dari fimosis tersebut.
- Proses pengerjaan yang relatif lebih cepat karna bayi kooperatif dan tidak berontak.
Pada usia bayi belum mempunyai naluri ketakutan terhadap orang yang dianggap asing. Sehingga akan merasa nyaman dan tenang. Proses khitan yang berlangsung sekitar 10 menit tentu anak akan merasa nyaman. Pada kasus anak menangis atau terlebih nangis histeris tentunya selain pengerjaan lama juga hasil yang kurang bagus. Karna di kerjakan dalam keadaan tergesa gesa.
- Anak terhindar dari trauma khitan.
Trauma akan ketakutan khitan akan berbekas lama di benak anak, dampak psikis membekas lama dan sulit disembuhkan. Hal demikian banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah dari cerita temannya yang selalu melebih lebihkan hal. Atau bisa jadi hal yang disebabkan karna sunat gagal karna takut terlebih dahulu. Berbeda ketika khitan pada saat bayi, proses khitan lancar dan tidak ada bekas trauma kelak di kemudia hari.
- Lebih ekonomis dan perawatan pasca khitan lebih mudah.
Perawatan sederhana yg hanya minum obat anti nyeri jika rewel, selebihnya antibiotik bawaan dari ASI jauh lebih mudah dan murah. Tidak ada perlu tindakan rawat luka sunat. Pada sunat bayi penyembuhan hanya memerlukan waktu beberapa hari saja. Sehingga tidak perlu pengobatan ekstra yang membutuhkan biaya lebih.
- Anak akan tumbuh kembang lebih sehat dan lebih cerdas.
Menurut penelitian anak akan lebih percaya diri dan cerdas ketika berbaur dengan teman sebayanya jika sudah sunat, dan anak akan merasa bangga. Dengan sunat makin dini anak akan terhindar dari berbagai penyakit, setidaknya terhindar dari radang infeksi saluran kencing nya.
- bentuk luka khitan yang rapi dan presisius.
Pada sunat bayi luka dari hasil potongan atau sayatan akan mengikuti perkembangan anatomi. Sehingga pada sunat bayi akan terhindak kurang potong maupun kelebihan potong. Juga terhindar dari keloid yang mengurangi sebuah keindahan.
Rekomendasi metode pada khitan bayi
Sunat pada bayi adalah sebuah terobosan di dunia medis saat ini. Banyak sekali gencar promosi maupun edukasi dari dokter khitan tentang penting nya sebuah khitan pada usia masih bayi. Banyak manfaat yang didapat ketika khitan sedini mungkin.
Metode yang direkomendasikan untuk sunat Bayi adalah Metode TripleSealer KN (Metode Alat Canggih), karena pada metode ini mengkobinasikan Klamp sebagai alat cetak, Alat canggih (Bipolar) sebagai alat potong yg juga sekaligus bisa menyatukan mukosa dan kulit yg terpotong, Dan Lem khusus pembedahan untuk meperkuat rekatan kulit dan mukosa, sehingga dalam penggunaan metode ini bisa mendapatkan hasil yg rapi dan estetis dan juga sangat aman dan nyaman untuk bayi. Selain itu pada Bayi juga bisa menggunakan Metode Klamp Murni tanpa kombinasi, hanya saja pada penggunaan klamp murni masih ada alat (Klamp) yang menggantung dan akan terlepas sendiri sembari menunggu proses penyembuhan luka sunat.
Rumah Sunat Semarang adalah Pusat Sunat / Khitan Modern, Tempat Sunat Bayi, Anak maupun Dewasa di Wilayah Semarang dan sekitarnya, Merupakan pilihan tepat bagi ayah bunda yang berencana menghitankan / Menyunatkan anak maupun bayinya. Di Rumah Sunat Semarang akan ditangani oleh Tenaga Profesional dan Berpengalaman di bidang Sunat Modern, serta ditunjang oleh fasilitas memadai dan juga memiliki reputasi yang baik. Silahkan Ayah Bunda mengunjungi tempat kami RUMAH SUNAT SEMARANG di Jl. Tlogosari Raya 1 No. 65 Semarang
Salam Sehat
RUMAH SUNAT SEMARANG
Alamat Jl. Tlogosari Raya 1 No. 65 Semarang
081-565-29661 / 081-6699-761 / 0816699-149
#SunatBayi
#SunatBayiDitlogosarisemarang
#SunatModerntlogosarisemarang
#SunatNyamanMinimNyeritlogosarisemarang
#SunatAlatCanggihDitlogosarisemarang
#SunatAnaktlogosarisemarang
#SunatAnakGemukDompuBimatlogosarisemarang
#SunatDewasatlogosarisemarang
#RumahSunatsemarang
